The campaign was a frustrated one, but some ideas were promising

Image for post
Image for post
Simon Mc Menemy consoled his players. Photo via: Topskor.id

Like many football nations, any defeat on an international stage can be a disaster. But for many Indonesians, disappointment towards their national team runs well in their blood. Their failure in the 2022 World Cup Qualification might be another one to the collections.

The draw placed Indonesia Group G in Second Preliminary Round along with Southeast Asian rivals Malaysia, Thailand, and Vietnam, and Asian Cup semifinalist, United Arab Emirates. After five back-to-back losses in the first five matches, Stefano Lilipaly & co. are now sitting at the bottom of the table without a single point. …


Image for post
Image for post
photo: UEFA.com

Paris and Bayern will meet in the most prominent European club game tonight in Lisbon. Both had a fantastic run this year achieved with attacking football and attractive style of play. On the paper, this final offering us a possibility of an extraordinary encounter.

Paris, who has been one of the most ambitious teams in Europe since Qatar takeover in 2011, will play their first CL final tonight. Meanwhile, Bayern had long historical ties with this competition. The German side is one of the most successful teams with five titles to their name. …


Image for post
Image for post
Foto via parool.nl

Mungkin salah satu kejutan terbesar di Kompetisi Antarklub Eropa tahun ini adalah keberhasilan Getafe menyingkirkan Ajax di babak 32 Besar Liga Europa. Klub asal kota Madrid tersebut berhasil menekuk semifinalis Liga Champions musim lalu tersebut dengan agregat 3–2, hasil dari kemenangan 2–0 di kandang dan kekalahan tipis 1–2 saat melawat ke Amsterdam.

Ketika pertandingan berlangsung, posisi Getafe memang sedang berada di peringkat tiga klasemen La Liga. Akan tetapi dengan perbandingan materi pemain dan status yang ada, jelas kalau Ajax banyak diunggulkan dibandingkan lawannya.

Line-up

Getafe dalam dua pertandingan kandang-tandang menurunkan formasi dan personil yang sama. Jose ‘Pepe’ Bordalas memakai pakem 1-4–4–2 andalannya dalam menghadapi Ajax. David Soria di bawah mistar, kuartet Damian Suarez, Djene Nekonam, Xabi Etxeita, dan Mathias Oliviera di lini belakang, Alain Nyom dan Marc Cucurella mengapit Mauro Arambarri dan Nemanja Maksimovic di lini tengah. Di lini depan, Jaime Mata dan Deyverson berduet sebagai No. …


Image for post
Image for post
Foto: liverpoolfc.com

Liga Primer Inggris musim 2019/20 (akhirnya) resmi berakhir. Liverpool berhasil memastikan gelar juara Liga Inggris pertamanya sejak 30 tahun terakhir. The Reds unggul telak 18 angka di atas pesaing terdekatnya, Manchester City.

Akan tetapi, apakah Liverpool benar-benar se-perkasa itu? Atau hanya persoalan kompetitor yang lebih sering terpeleset?

Untuk itu tulisan ini akan membahas mengenai hasil akhir Liga Inggris musim ini di antara tim-tim Big Six (Man City, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspurs, Man United, dan Arsenal). Penilaian akan dikontekstualisasi dengan jumlah poin yang diraih oleh masing-masing kesebelasan di lima musim terakhir.

Jumlah poin bisa menjadi indikator yang lebih fair dalam menilai pencapaian suatu tim dalam kompetisi liga dibandingkan hanya menilai dari peringkat di klasemen akhir. Jumlah poin akan murni merefleksikan hasil akhir yang diraih oleh tim tersebut; berapa kali menang, seri, atau kalah. Hal ini bisa dikaitkan dengan penilaian terhadap progres tim dalam jangka panjang. …


Image for post
Image for post
Pulisic merayakan gol pertama (Foto: twitter.com/chelseafc)

Gol dari Christian Pulisic dan Willian berhasil mengkapitalisasi kesalahan lawan dan membawa Chelsea mengalahkan City 2–1. Frank Lampard berhasil membalas kekalahan dari Pep Guardiola di pertemuan pertama. Kedisiplinan Chelsea mengontrol ruang di lini tengah dan memanfaatkan momen transisi menyerang menjadi kunci memenangkan pertandingan.

Susunan pemain

Dari kubu tuan rumah, Lampard menurunkan formasi 4–3–3. Mantan kapten Timnas Inggris tersebut melakukan dua perubahan dari sebelas awal ketika menghadapi Aston Villa di pekan sebelumnya. Kepa Arrizabalaga di bawah mistar. Empat bek kembali diisi oleh Cesar Azpilicueta, Andreas Christensen, Antonio Rudiger, dan Marcos Alonso. N’Golo Kante kembali menempati ‘posisi baru’ sebagai pemain No. 6, di belakang Ross Barkley dan Mason Mount. …


Image for post
Image for post
sumber foto: twitter.com/borussia_en

Leverkusen berhasil mendapatkan tiga angka penting saat bertandang ke markas Gladbach, Borussia Park. Kemenangan tersebut membuat mereka berhasil masuk ke empat besar klasemen dan menjaga peluang tampil di Liga Champions musim depan.

Pertandingan antara Gladbach dan Leverkusen sudah diantisipasi sebagai salah satu pertandingan krusial di sisa musim Bundesliga. Kedua tim tampil impresif musim ini dan memiliki peluang besar untuk berada di empat besar bahkan menjadi juara. Selain itu, keduanya juga tengah berada dalam tren positif. Gladbach berada dalam tren 2 kemenangan beruntun, sementara tim tamu memenangi 5 dari 6 pertandingan liga terakhirnya.

Line-up

Dari kubu tuan rumah, Pelatih Gladbach Marco Rose tidak melakukan perubahan dari susunan awal 4–2–3–1 ketika mengalahkan Frankfurt di pekan sebelumnya. Yann Sommer sebagai penjaga gawang. Empat bek diisi oleh Stefan Lainer, Mathias Ginter, Nico Elvedi, dan Ramy Bensebaini. Tobias Strobl dan Florian Neuhaus berduet sebagai double pivot di depan empat bek. Jonas Hofmann dan Marcus Thuram mengisi kedua sisi sayap, mengapit Breel Embolo yang tampil di belakang striker tunggal Alassane Plea. …


Image for post
Image for post
Bambang Pamungkas memajang jersey khusus usai mencetak golnya yang ke-200 bagi Persija Jakarta. Foto https://twitter.com/Persija_Jkt

Nadeo Argawinata tentu tidak menyangka akan mendapat kehormatan untuk memungut gol ke-200 dari Bambang Pamungkas untuk Persija Jakarta dari gawangnya sendiri

Nadeo belum genap berusia tiga tahun saat Bambang Pamungkas mencetak gol pertamanya bagi kesebelasan ibu kota. Sejak saat itu, sang penyerang terus menuliskan sejarahnya dengan mencetak 199 gol lainnya dengan lambang monas di dada.

Nadeo bukanlah kiper pertama (dan semoga bukan yang terakhir) yang memungut gol Bambang Pamungkas dari gawangnya sendiri. Tidak sedikit nama-nama penjaga gawang legendaris dari tingkat lokal hingga internasional pernah mengalami nasib yang sama.

Dua ratus gol tadi belum termasuk 36 gol di tim nasional*, 42 di Selangor FA, 7 di EHC Norad, dan 10 di Pelita Bandung Raya. Tentu catatan 295 gol selama dua puluh tahun berkarier merupakan catatan yang fantastis jika kita bicara mengenai gol di tingkat sepak bola profesional. Hanya segelintir pemain legendaris yang bisa mencapainya. Dan kita dapat berbangga ketika salah satu dari kita, Bambang Pamungkas, dapat mencapainya. …


Image for post
Image for post

Sempat merajai persepakbolaan Eropa dan dunia pada 2008–2012, Spanyol kemudian gagal total di dua turnamen besar berikutnya. Tim Matador harus angkat koper sangat awal di Piala Dunia Brazil 2014 setelah tersingkir di penyisihan grup. Di ajang Piala Eropa yang dihelat di Prancis dua tahun setelahnya, Spanyol hanya mampu mencapai babak 16 besar usai ditaklukan Italia 0–2. Ajang empat tahunan di Rusia tahun ini merupakan momen yang pas bagi Spanyol untuk ‘menebus’ kegagalan di dua turnamen sebelumnya.

Catatan: sebagian besar observasi yang dilakukan dalam menyusun tulisan ini dilakukan sebelum pelatih kepala Spanyol, Julen Lopetegui, dipecat pada 13 Juni. …

About

Muhammad Fayyadh

enjoying football as it's meant to be

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store